mobil ambulance

Serba-Serbi Mobil Ambulance yang perlu kamu ketahui

Dari berbagai jenis kendaraan, mobil ambulance memiliki banyak sekali keunikan dan serba-serbi yang menarik untuk diketahui.

Ambulance sejatinya berupa mobil biasa berjenis van yang memiliki fungsi dan fasilitas untuk membawa orang sakit dan keperluan kesehatan lainnya.

Hampir setiap rumah sakit dan puskesmas memiliki ambulance sebagai kendaraan untuk mobilitas.

Baca Juga: Mobil ambulans Sandiegohills merek Alphard

Saat ini, supplier mobil ambulance sudah semakin mudah didapatkan sehingga lembaga atau instansi yang membutuhkan hanya tinggal memesannya saja.

Menariknya, saat ini ambulance memiliki bentuk yang beragam dan memiliki banyak sekali fasilitas yang cukup untuk pertolongan pertama.

Seperti yang telah diketahui banyak orang, mobil jenis ini memiliki bentuk dasar berupa mobil van yang bagian tengah dan belakangnya telah dimodifikasi menjadi mobil yang berupa kamar IGD darurat.

Di dalamnya terdapat alat kesehatan yang berfungsi sebagai pertolongan pertama yang bisa dilakukan oleh petugas sebelum atau ketika perjalanan ke rumah sakit.

Untuk bagian depannya, umumnya berbentuk seperti kabin mobil van biasa yang bisa ditempati oleh 3 orang penumpang termasuk supir ambulance.

Mengapa tulisan ambulance kebalik ?

Jika Anda mengamati lebih teliti, tulisan mobil ambulance dibagian kap depan sering ditulis terbalik.

Sususan huruf dari ambulance dibuat terbalik yaitu tertulis “ecnalubma”.

Mengapa demikian?

Tulisan terbalik ini sering sekali terlihat di mana-mana baik itu ambulance milik rumah sakit besar, rumah sakit biasa, puskesmas, ambulance milik instansi, dan sebagainya.

Terbaliknya tulisan ini juga sering menimbulkan pertanyaan bagi anak-anak mengapa harus ditulis terbalik dan apa fungsinya?

Ternyata, ada maksud tersendiri yang menyebabkan adanya  tulisan terbalik dibagian depan mobil ini.

Fungsi yang dimaksud adalah agar terbaca dengan bentuk tulisan yang benar ketika dilihat dari kaca spion kendaraan yang ada di depan mobil ini ketika di jalanan.

Perlu diketahui, ambulance termasuk salah satu kendaraan yang wajib didahulukan dijalanan dan diatur di undang-undang.

Ketika ada sebuah ambulance dan sedang dalam keadaan darurat, maka kendaraan lain dijalanan wajib memberikan ruang untuk lewat.

Dan tulisan ambulance yang terbalik dibagian depan ini akan memudahkan pengendara lain melihat dan membacanya dari kaca spion karena dalam kaca spion tulisan ambulance akan terjadi pembalikan.

Sehinggga, pengendara lain bisa cepat menyadari adanya ambulance yang butuh didahulukan untuk lewat.

Hal seperti ini tidak hanya berlaku di Indonesia, namun hampir seluruh dunia juga menerapkannya.

Meskipun telah dilengkapi dengan sirine yang berbunyi nyaring, adanya tulisan tersebut akan membuat pengendara di depan menjadi cepat sadar untuk menepi sejenak dan memberikan ruang agar ambulance bisa lewat.

Saat ini, ketersediaan mobil ambulance sudah semakin banyak.

Unit kendaraan yang bertambah bisa membuat semakin cepatnya pertolongan ketika terjadi hal-hal yang membutuhkan pertolongan kendaraan untuk membawa korban kecelakaan atau orang sakit ke rumah sakit.

Adanya ambulance juga sering digunakan sebagai salah satu fasilitas kesehatan pelengkap yang wajib ada untuk berbagai acara besar seperti misalnya acara jalan sehat, acara festival besar, pertandingan sepak bola, dan sebagainya.

Selain itu, ambulance pun kerap digunakan sebagai pengantar jenazah dari rumah sakit ke rumah duka jika memang tidak tersedia khusus mobil jenazah.

Namun, mobil yang istimewa dijalanan ini sebaiknya memang tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya.

Siapapun dilarang menggunakan mobil ini untuk keperluan yang tidak mendesak dan tidak berhubungan dengan kegiatan pertolongan.

Terlebih lagi dengan membunyikan sirine di jalan, tanpa adanya keperluan mendesak maka hal tersebut telah merugikan banyak pihak.

Keren, 20 negara ikut serta di Jogja International Heritage Walk 2018 lalu

ohioundergroundrailroad.org– Sebanyak 350 peserta dari 20 negara telah ambil bagian dalam Jogja International Heritage Walk (JIHW) 2018 lalu. Event ini digelar pada 17-18 November 2018. Dalam event ini, peserta diajak menjelajahi beragam keunikan Jogja. Mulai dari sejarah, budaya, hingga masyarakatnya.

“JIHW merupakan sebuah perhelatan internasional yang memadukan olahraga jalan kaki dengan penjelajahan wisata. Sebagai sebuah atraksi wisata, eksistensi JIHW sudah tidak terbantahkan. Event ini rutin digelar setiap tahunnya. Bahkan pelaksanaan tahun ini sudah memasuki satu dekade,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Menpar yakin event ini akan berjalan sukses. Sebab, Jogja menyimpan kekayaan beragam kekayaan pariwisata.

Dilansir dari situs travel agent jogja , duniatraveling.co.id :

“Jogja memiliki segala jenis wisata. Baik wisata sejarah, bahari, belum lagi budayanya yang kental, kuliner, juga keramahan masyarakatnya. Jogja juga mempunyai sejumlah destinasi digital. Sangat lengkap. Wisatawan mempunyai banyak pilihan di Jogja,” katanya.

Sementara itu Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti tidak meragukan eksistensi dari JIHW.

“Eksistensinya luar biasa. Selalu mampu mengundang wisatawan datang, termasuk juga wisatawan mancanegara. Atraksi yang ditampilkan pun selalu dipoles sehingga memanjakan wisatawan,” ungkap wanita berkerudung itu.

Wakil Ketua Pelaksana JIHW Dahlia Puspasari menuturkan, tahun itu tema yang diangkat adalah The 10th Jogja Internatiol Heritage Walk 2018: Save the Nature, Respect the Culture, Jogja to the World. Event ini akan digelar dalam tiga rute, yakni 5 km, 10 km dan 20 km.

pelaksanaan JIHW berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Pasalnya tahun 2018 JIHW telah terpilih menjadi One of 100 Best National Event Kementerian Pariwisata. Untuk itu beragam hal baru pun dipersiapkan untuk memanjakan para peserta. Salah satunya dengan menghadirkan rute baru pada perhelatan tahun ini.

“Ada rute baru yang kita hadirkan untuk hari kedua. Rutenya di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Kita akan ajak peserta mengelilingi enam desa wisata yang unik. Yakni Desa Pancoh, Desa Kelor, Desa Nanggring, Desa Tunggul Arum, Desa Pule Sari dan Desa Garongan,” ujar Dahlia

Dahlia menuturkan di rute baru ini ada keunikan-keunikan yang dirasakan oleh peserta jalan kaki. Misalnya saat singgah di Desa Nanggring, peserta bisa menikmati susu kambing etawa gratis. Begitu juga saat singgah di Desa Pulesari. Di desa ini peserta akan diajak berinteraksi bersama warga desa. Sajiannya pertunjukan musik instrumental tradisional dan gunungan salak.

Sedangkan di Desa Kelor peserta akan diajak menengok sebuah tempat bersejarah bernama Joglo Kelor. Sebuah tempat perlindungan saat masa Perang Diponegoro yang dibangun sejak 1835.

“Masing-masing desa memiliki ciri khas yang unik. Inilah tujuan kegiatan ini. Kami ingin menonjolkan alam dan budaya daerah setempat,” ungkap Dahlia.

Hari pertama pun tak kalah menariknya. Pada hari pertama, area Candi Prambanan disajikan beragam seni budaya. Pada pukul 06.00 WIB di Candi Brahmana, ada sesi cucuk lampah oleh Gedruk Lampah Buto. Lalu selama perjalanan, para peserta disuguhi berbagai hiburan menarik seperti pertunjukan akustik musik tradisional, wayang wong di area Candi Sari dan rencananya akan ada tari topeng pedalangan.

Kemeriahan tak berhenti disitu saja. Beragam sajian lain pun tak lupa disiapkan pihak panitia. Ada edukasi jamu oleh Wilwatikta, Senam zumba dan cek kesehatan gratis oleh Rotary Club of Yogya Tugu, Fun bike 10km gratis, Lomba mewarnai dan lomba melukis payung bersama komunitas Omah Parenting.

“Selain itu ada Board game AR (Augmented Reality) bersama komunitas Sebangku, edukasi dan workshop Taman Siswa Ki Hajar Dewantara bersama Sariswara Club. Ada juga games dolanan anak, edukasi lingkungan hidup dan donasi bibit pohon bersama Greentech Universitas Pembangunan Nasional (UPN), serta festival makanan dan barang-barang organik oleh Komunitas Organik Indonesia,” pungkas Dahlia.

Marketing Communication JIHW 2018, Dede Budiarti menuturkan, jika JIHW telah resmi menjadi bagian International Volkssport Verband (IVV) sejak 2013 bersama 29 negara lain. IVV atau International Federation of Popular Sport merupakan sebuah organisasi non profit yang mewadahi beberapa cabang olahraga populer seperti Triathlon.

“Melalui peran IVV ini memudahkan para pejalan kaki dari negara-negara Eropa, Jepang dan Pan Pasifik datang ke Indonesia khususnya Jogja untuk ikut JIHW,” ujarnya.