Perkembangan Vaksin Covid Munculkan Banyak Harapan

Keberadaan vaksin saat korona menjadi sangat diantisipasi. Oleh karena itu, vaksin ini dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk menghentikan pandemi Covid-19, yang telah menginfeksi puluhan juta jiwa di seluruh dunia.

Ratusan kelompok peneliti saat ini terus berkembang.

Beberapa sudah dalam Tahap III uji klinis, dan beberapa orang lain masih perlu menjalani fase uji klinis I, II, dan pra-klinis atau langsung ke manusia belum diuji.

Terbaru, corona buatan vaksin Pfizer dapat mencegah penularan Covid disebutkan 19-90%.

Dan bagaimana dengan orang lain?

Dilansir era.id , perlombaan membuat vaksin corona tercepat masih terus berlangsung. 

Dengan angka infeksi yang mencapai 50 juta orang dan kematian lebih dari 1,2 juta orang di seluruh dunia, penemuan vaksin Covid-19 menjadi langkah besar dan harapan yang dinanti-nanti. 

Baru-baru ini, perusahaan obat yang berbasis di AS Pfizer bekerja sama dengan perusahaan farmasi dari Jerman, BioNTech, mengumumkan vaksin terbukti corona buatan sendiri yang efektif 90% untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Uji klinis vaksin sementara bernama BNT162b2 dimulai sejak 27 Juli 2020 lalu.

Data pada 8 November 2020 menunjukkan sebanyak 43 538 relawan telah disuntik vaksin corona Pfizer dan 38 955 di antaranya telah menerima dua dosis vaksin.
Sejauh ini, tidak ada efek samping signifikan yang dilaporkan dari ribuan sukarelawan.

Dengan perkembangan ini menarik, Pfizer mengatakan akan mengajukan ijin pada akhir November 2020 bahwa vaksin ini bisa digunakan secara terbatas.

Setelah itu, uji coba vaksin akan terus melakukannya.

Masih banyak data yang harus diperoleh untuk mendapatkan jaminan bahwa efektivitas vaksin Pfizer adalah korona stabil.

Jika fase III uji klinis selanjutnya terus berjalan lancar, Pfizer mengatakan bisa menghasilkan sekitar 50 juta dosis vaksin pada akhir 2020 dan sekitar 1,3 miliar dosis vaksin pada tahun 2021.

Melacak pengembangan vaksin corona Memasuki tahun 2020, perkembangan vaksin korona dianggap cukup pesat.
Peluncuran WHO data yang dirilis per 3 November 2020, total saat ini ada 47 vaksin kandidat sedang diuji klinis korona. Artinya, vaksin ini telah diuji langsung pada manusia.

Dari mereka, ada 10 yang telah memasuki fase III uji klinis.
Masih berdasarkan data yang sama, sampai saat ini belum ada vaksin yang telah lolos uji klinis akhir sebelum dapat beredar luas.

Vaksin corona yang sudah masuk uji klinis fase III adalah

  • Vaksin Sinovac
  • Vaksin Sinopharm yang bekerjasama dengan Wuhan Institute of Biological Products
  • Vaksin Sinopharm yang bekerjasama dengan Beijing Institute of Biological Products
  • Vaksin dari Universitas Oxford yang bekerjasama dengan AstraZaneca
  • Vaksin produksi CanSino Biological Inc. yang bekerjasama dengan Beijing Institute of Biotechnology
  • Vaksin buatan Gamaleya Research Institute, Rusia
  • Vaksin buatan Janssen Pharmaceutical Company
  • Vaksin Novavax
  • Vaksin Moderna Vaksin BioNTech yang bekerjasama dengan Pfizer dan Fosun Pharma 

Selain fase uji klinis, saat ini ada 155 kandidat vaksin Covid-19 lainnya juga sedang menjalani fase pre-klinis atau pengujian di laboratorium.